Home

Sebuah rumah untuk kau singgahi.

Kesepian yang tak berpulang, membuatku semakin ingin tahu tentang apa yang akan datang, tentang apa yang sudah digariskan,

tentang kamu yang masih menghilang.

Ya, untukmu.

Berjumpa Satu

Apakah bertemu akan menjadi obat? Siapa yang akan bertanggung jawab? Hina saja dia yang menjumpa, tak akan ada habisnya jika dikata. … Satu yang kuharap. Namun bercinta denganmu hanya kejemuan. Hina saja cinta yang kau anggap gila, tak akan ada habisnya jika dikata. … Berjumpa lagi, tapi tak kembali satu. Siapa dia yang menjumpaimu? Menjadi… Continue reading Berjumpa Satu

Angin yang Sama

Dikekalkannya perasaan itu, karena merasa seperti tak ada apa-apa, pembohongan diri, terhadap segala bentuk yang ditemui, juga angin yang terus berjalan. Berharap tak kau temui, tujuan yang sebenarnya kau cari, hanya pemaksaan diri, agar tidak patah perasaan yang abadi. Segala kesah yang terus ada, segala sedih yang tak diakui, segala rindu yang tanpa waktu muncul,… Continue reading Angin yang Sama

Kekekalan Rasa

Masa demi masa, belum tau kapan akan terjadi, pertemuan manis yang dibincangkan, selalu akan menjadi bahan, kenangan indah tak diabadikan. Tertutupnya hati yang lemah, memberi tanda, bahwa sebenarnya Ia tak ingin berpaling, semoga diketahui, tanpa harus di lewati. Rasa yang selalu ada, dan berujung pada kekekalan, memang hanya ada pada dirimu, kemenanganmu, kekekalan rasa dariku.

"Samurai yang kamu takuti telah kalah, Sar.
Tanpa pertempuran.
Ia kalah justru karena ketidakhadiranmu,
ketiadaanmu disini.
Ia kalah oleh kerinduanku kepadamu,
di bawah pohon sakura yang bermekaran".
-Hujan Bulan Juni

“Jangan pernah merasa paling apa dalam hidup, karena sesugguhnya semua hanya masalah waktu.”–Nabila Imamah

Get new content delivered directly to your inbox.

Rating: 2 dari 5.